Search

9 Tips Memilih Influencer untuk Promosi Bisnis Kulinermu


9 Tips Memilih Influencer untuk Promosi Bisnis Kulinermu

Seiring perkembangan teknologi komunikasi, strategi promosi bisnis kuliner saat ini juga telah banyak mengalamai perubahan. Salah satunya ialah menggunakan influencer. Lalu, apa pengertian influencer itu sendiri?


Secara umum diketahui bahwa, influecer adalah orang yang memiliki banyak follower atau pengikut di dunia maya/sosial media. Uniknya, influencer juga memiliki sebutannya sendiri sesuai dengan platform sosial medianya. Misal, selebgram (Instagram), selebtwit (Twitter), Youtuber (Youtube), dan lain-lain.


Seorang influencer banyak disukai dan memiliki banyak penggemar dipercaya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pengikutnya secara emosional dan dianggap dapat membuat khalayak percaya sebuah brand yang dipromosikan memiliki kualitas yang sangat baik. Karena hal tersebut, influencer marketing atau cara promosi bisnis yang memanfaatkan influencer viral dan menjadi primadona serta banyak diterapkan karena menghasilkan impact yang amat luar biasa dalam hal pengenalan dan pejualan brand bisnis kulinermu dengan sistem yangsangat mudah tentunya.


Sistem promosi bisnis menggunakan influencer ini bila diurai secara singkat yakni dengan cara pemiliki brand memberikan komisi/pembayaran kepada influencer sesuai tarif yang telah disepakati, dan kemudian influencer tersebut akan mempromosikan brand kamu melalui platform sosial medianya.


Dalam memilih influencer terutama dalam promosi bisnis kuliner, kamu juga memerlukan beberapa proses dan pertimbangan tertentu. Untuk mempermudah langkah tersebut, kamu bisa simak 9 tips berikut.


1. Pilih yang Paling Relevan

Langkah awal jika kamu ingin melakukan praktek promosi menggunakan influencer adalah dengan memilih yang paling relevan dengan jenis bisnismu. Jika bisnismu berfokus pada bisnis kuliner, maka pilihlah mereka yang hobi dalam bidang kuliner atau selanjutnya kita sebut sebagai food influencer. Ada banyak sekali food influencer Indonesia yang bisa kamu pilih sesuai dengan relevansi bisnis kulinermu, antara lain Magdalena (@mgdalenaf), Hans Danial (@eatandtreats), Ria SW (@riasukmawijaya), Farida Nurhan (@farida.nurhan), Tanboy Kun (@tanboy_kun), dan masih banyak lagi.


Dengan memilih influencer yang relevan, mereka yang kamu ajak kerja sama pun akan lebih nyaman dan mudah saat mempromosikan bisnismu. Selain itu, audiens yang melihat konten promosi brand kamu tadi pun akan lebih percaya karena merasa sosok yang mempromosikannya telah ahli di bidangnya.


2. Riset Audiens

Tips selanjutnya yang bisa kamu terapkan yaitu berusaha untuk mengetahui jenis dan karakteristik audiens mereka terlebih dahulu secara jelas dan mendalam. Dengan begitu, kamu bisa tahu apakah influencer incaranmu memiliki jumlah audiens yang mumpuni dan tentunya sesuai dengan citra brand milikmu.


3. Riset Riwayat/Rekam Jejaknya

Selain riset audiens, riset riwayat/rekam jejak tidak kalah penting. Proses riset ini bisa dimulai dengan mengecek dan menghubungi brand-brand yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan influencer incaran kamu. Hal ini bertujuan untuk melihat adakah kesamaan jenis produk untuk menghindari kompetisi antar brand serta melihat impact apa yang telah brand sebelumnya dapatkan setelah bermitra dengan influencer yang dimaksud. Jika hasilnya memuaskan, maka kualitas serta performanya tidak perlu kamu ragukan.

Baca juga: 3 Kesalahan yang Harus Dihindari Pada Bisnis F&B Milikmu 

4. Engagment dan Reputasi yang Baik

Poin ini merupakan bagian dari riset riwayat dan rekam jejak sebelumnya. Jika sudah terpantau baik, kamu juga harus memastikan engagement serta reputasi dan hubungannya dengan para followers. Hal ini bisa kamu lakukan dengan cara riset mandiri melihat bagaimana interaksi si influencer dengan para followersnya, apakah terjalin akrab dan sering berbalas komentar, dan sebagainya.

5. Orisinalitas Kuantitas dan Kualitas

Orisinalitas dari kualitas dan kuantitas yang dimaksud kali ini ialah dalam hal jumlah followers yang di miliki. Jangan sampai kamu tertipu dengan data palsu. Pastikan seluruh followersnya adalah followers aktif sehingga promosimu bisa berjalan sesuai harapan dan mendapatkan hasil yang maksimal. Karena banyak ditemukan di lapangan bahwa beberapa influencer membeli followers pasif hanya demi meningkatkan reputasi dan ketenaran saja.


6. Intensitas Upload Konten

Intensitas upload konten yang baik dan tertata tentu akan mengasilkan jangkauan audiens yang baik juga. Untuk mengetahui intensitas update konten dari influencer incaranmu, kamu bisa memantau media sosialnya secara berkala. Jika ingin promosi bisnis kulinermu maksimal, pilihlah influencer yang tidak berlebihan saat membuat konten karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik dan cenderung membuat para audiens bosan dan kurang tertarik.


7. Kreativitas Konten

Kreativitas merupakan poin yang amat penting dalam proses marketing influencer karena media yang digunakan adalam media sosial. Semakin unik dan kreatif konten promo yang dihasikan, tentu hal itu akan menarik para audiens untuk melihat bahkan membeli produk dari bisnis kulinermu. Terkhusus untuk bisnis kuliner, sebaiknya cari food influencer yang suka secara langsung mereview makanan/minuman untuk lebih meyakinkan dan menarik kepercayaan audiens.

Baca juga: 5 Trend Menu Makanan Hits di 2022 

8. Sesuaikan Budget

Ada berbagai macam food influencer dengan tarif jasa yang berbeda pula yang semuanya telah disesuaikan dengan kualitas dan kuantitas engagment serta followersnya. Sebagai pilihan awal, kamu bisa memilih dengan skala lebih kecil/lokal dengan relevansi kedekatan demografis atau sesuai dengan lokasi bisnis kulinermu. Hal itu akan membuat bisnis kulinermu bisa dikenal dan diketaui masyarakat sekitar. Barulah jika budget dan brand bisnismu sudah semakin besar, kamu bisa menjalin kolaborasi dengan influencer yang lebih besar dan terkenal.


9. Menjalin Kesepakatan/Briefing yang Baik

Tips yang paling akhir namun tidak boleh kamu lewatkan dalam promosi marketing influencer adalah menjalin kesepakatan serta memberikan briefing yang baik dan sesuai dengan karakteristik kedua belah pihak tanpa ada unsur pemaksaan satu sama lain. Kamu juga disarankan untuk menerangkan keunikan serta keistimewaan brand kuliner kamu secara detail, hal ini bertujuan untukmenghindari miss communication saat si influencer mulai mempromosikan brandmu.


Memilih food influencer memang tidak semudah yang kamu kira. Jika kamu masih bingung dan masih memerlukan waktu lebih banyak untuk berpromosi lewat food influencer, kamu bisa gabung bersama Yummyshop dari Yummykitchen yang siap membantu untuk mengelola bisnis kulinermu jadi lebih mudah, aman, dan efisien yang tentunya akan menghasilkan penjualan secara maksimal tidak kalah dengan promosi lewat influencer! Untuk penjelasan lebih lengkap, klik tautan berikut ini.


22 views0 comments

Recent Posts

See All